Sunday, December 26, 2010
Lembaran Ke- 40: Garuda di dadaku
Lembaran Ke- 39: Pelajaran Kecil dari Konosuke Matsushita (repost)
Konosuke Matsushita, pendiri Matsushita (Panasonic) group, adalah sosok yang kharismatis. Salah satu ucapan dia yang terknal adalah “Perusahaan yang memproduksi barang adalah perusahaan yang mengasuh manusia” (mono wo tsukuru kaisha wa hito wo sodateru kaisha). Artinya dia menempatkan manusia sebagai sentral dalam pengembangan perusahaan/bisnisnya. Itulah yang dia tunjukkan dalam berbagai episode kehidupannya.
Ada cerita yang sudah cukup sering ditulis di sana sini, tentang bagaimana Matsushita memilih untuk tidak mengurangi karyawan saat krisis ekonomi yang sangat dahsyat tahun 1929. Ia mengurangi produksi dengan mengurangi jam kerja karyawan, dan tetap membayar upah mereka. Menjamin karyawan dan keluarganya bisa tetap bertahan hidup di tengah krisis.
Di kemudian hari para karyawan yang dia selamatkan ini menyelamatkan dirinya. Saat Jenderal Mc Arthur menguasai Jepang, dia menahan banyak pengusaha yang terlibat dalam produksi senjata selama perang. Sebagian dari pengusaha ini melakukan hal itu karena terpaksa, di bawah tekanan rezim militer. Matsushita termasuk di antaranya. Tapi para karyawan yang diselamatkan tadi membuat petisi, meminta Matsushita dibebaskan. Akhirnya petisi ini dikabulkan.
Ada lagi cerita menarik yang saya dengar melalui sebuah stasiun TV Jepang. Suatu hari Matsushita hendak menghadiri sebuah pertemuan bisnis penting. Iya hendak menggunakan mobil, tapi sopirnya belum datang. Ia menunggu cukup lama sampai akhirnya sopir itu datang. Akibatnya ia terlambat sampai ke tempat pertemuan.
Matsushita marah besar dengan kejadian ini. Ia mengumumkan bahwa kejadian ini memalukan dan tak boleh terulang. Agar tak terulang, harus ada yang dihukum potong gaji (kalau tak salah potong sebulan gaji). Siapa yang dihukum? Ketika keputusan diumumkan, banyak orang terkejut. Ternyata Matsushita sendirilah yang dipotong gajinya. “Yang terlambat hadir di pertemuan itu saya, bukan sopir saya. Saya punya kewajiban mencari jalan agar tidak terlambat ketika sopir saya berhalangan.” begitu alasan yang dia berikan.
Di saat lain diceritakan Matsushita sedang mengamati pengunjung yang antri hendak masuk ke sebuah museum Panasonic. Terjadi antrian panjang di bawah cuaca yang cukup panas. Karena kasihan melihat pengunjung yang kepanasan itu, Matsushita mengambil beberapa lembar pamflet Panasonic, lalu membuat topi dengan kertas pamflet itu, lalu membagikannya ke pengunjung. Hal ini kemudian ditiru oleh para stafnya. Ternyata ada efek yang tak lazim dari kegiatan ini. Topi kertas berlogo Panasonic itu tetap dipakai pengunjung dalam perjalanan pulang, sehingga menjadi semacam media iklan. Kemudian pihak museum secara resmi menyediakan topi kertas berlogo Panasonic.
Pelajaran dari Matsuhita: perlakukan manusia dengan baik dalam berbisnis.
yup hal diatas sangat jarang dipraktekkan dalam hubungan antara human didalam suatu manajemen perusahaan baik hubungan internal maupun eksternal perusahaan. Padahal kita sedari kecil mengetahui bahwa jika kita berbuat sesuatu, Tuhan akan membalas setimpal dengan itu. Saya belajar mengenai ilmu manajemen, saya sangat tergugah dengan sikap dari pak Matsushita, mungkin jika suatu hari saya menjadi atasan atau memiliki usaha, sikap yang ditujukan oleh beliau dapat saya tiru, dan menurut saya apa yang yang pak Matsushita lakukan sama halnya yang dilakukan Nabi Muhammad SAW lakukan terhadap umatnya ^__^ sugoii ne!
Monday, December 20, 2010
Lembaran Ke- 38: Kangen BOBOHO!!!


haha.. gara gara gag sengaja liat foto mereka.. saya mau ngepost si boboho dan temannya si biksu gundul ^__^
saya suka sekali sama film-film mereka.. rasanya nostalgia lagi..
yang pertama absolutely si boboho ^__^




namanya Hao Shaowen (baru tahu saya) yang sekarang bukan menjadi artis lagi.. lahir tanggal 4 juni 1990..
kisah hidupnya yang bikin saya salut.. dan bisa jadi panutan untuk kita..
ini kutipan dari salah satu site:
Baru-baru ini Hao Shaowen, yang sebelumnya terkenal sebagai bintang film cilik, telah diterima di Universitas Tamkang, Taiwan dijurusan Manajemen Transportasi. Untuk menambah biaya kuliah, Hao Shaowen bekerja di Toko Es Cream. Dia merasa senang lebih banyak mengetahui tentang managemen transportasi dan mempraktekkannya apa yang telah dia pelajari.
Hao Shaowen terkenal sebagai anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya. Dia bekerja untuk biaya kuliah dan mengurangi beban orang tuanya. Sampai saat ini dia telah berjualan es cream selama sebulan. Dia bercerita, dia berjualan es cream sampai pada saat perkuliahannya dimulai.
Dia dahulu mendapatkan penghasilan dari film dan dibelikannya tiga rumah, dan dia dapat penghasilan lebih 50.000 Yuan setiap episode TV di China Daratan.
Pendapatan dia sekarang sungguh tidak sesuai dengan pendapatan dia sebelumnya.
Sampai saat ini Hao Shaowen masih single. Ketika ditanya apakah dia iri dengan patner dia dulu, Shi Xiaolong, yang menjadi actor kembali setelah lulus SMA Amerika, dia menjawab “tidak” dan katanya dia tidak akan menjadi actor lagi.
oh my!! saya terharu.. dulu dia selalu disebut aji mumpung melulu.. padahal dia punya bakat.
sekarang setelah hidupnya berbalik 180 derajat dia menyikapi dengan bijaksana..
bagi saya semangat sekolahnya itu yang patut dicontoh.. dan selalu berbakti dengan orangtuanya..
Cai yo Shaowen!! Kalau suatu saat bisa kembali didunia keartisan i wanna see you again..
Nah sekarang, saya bicara tentang si biksu imut berkepala gundul haha..




namanya Shi Xiao Long alias Aston Chen.. saya dulu berpikir nih anak badannya gag sakit apa jumpalitan kesana kemari.. dan mukanya imuuut sekali sampai gag nyadar klo dia lebih tua dari saya haha.. yup lahir tanggal 6 Januari 1988 berarti dia lebih tua 2 tahun dari saya..
ini berita yang saya kutip dari site yang sama:
Setelah lima tahun belajar di Sekolah Anak-Anak Professional, Shi Xiao Long (Aston Chen), 20 tahun, dan telah lulus di Universitas New York pada bulan Juni, dan kembali ke China.
Shi Xiao Long merencanakan untuk mendaftar di universitas local, yang memperbolehkannya bermain film.
Shi Xiao Long menampilkan wushu saat acara peresmian kelulusan “Soon Shi Xiao Long” dengan aksi yang mendebarkan pada CCTV Channel.
Acara ini di setting tahun 1930 an di Shanghai, dan Shi Xion Long akan bermain sebagai polisi yang menjalani latihan. Terakhir ini, Shi Xiao Long bercita-cita untuk pergi ke Hollywod, dan mengharapkan dapat bekerja sama dengan Jackie Chan dan Jet Li, dan belajar dari mereka.
see?? liat perbedaan mereka sekarang huks.. duh kangen rasanya liat mereka sesukses dulu..
dan ini foto mereka berdu yang diambil entah kapan ^__^ saya gag tahu..





KANGEEEEEEN!!!! Puterin lagi film nyaaaa!!!
Lembaran Ke- 37: Resep dasar..
Tempura


Bahan ( Untuk 4 orang )
- 12 ekor udang
- Aneka sayuran (ubi, paprika hijau, terong dan lain sebagainya)
Adonan Tepung Yang Disebut ‘Koromo’
- 1/2 butir telur (dikocok)
- 200 ml air dingin
- 125 gram tepung
- Sekitar 600 ml minyak sayur
- 25 gram tepung biasa (untuk taburan)
Saus Celupan Tempura
- 150 ml air
- 2 sendok makan (30 ml) kecap asin
- 1 sendok makan (3 gram) gula
- Sedikit bubuk kaldu ikan
Tuangkan semua bahan ke dalam panci saus dan masak hingga mendidih dan siap.
Cara Memasak
Ayam Teriyaki
Bahan (Untuk 4 orang)
Cara Memasak
Memasak Beras Jepang Yang Berbulir Pendek
Cara Memasak
Jepang dan Bumbu
SELAMAT MENCOBA!!!! ^__^



